Obrolan Imajiner dengan Paolo Maldini

Seperti biasa, malam-malam sebelum tidur adalah malam perenungan bagi diri. Boleh dibilang, meditasi, instropeksi diri, evaluasi, kontemplasi, muhasabah, apasajalah, intinya merenung.

Sambil tiduran saya menatap langit-langit, apakah ada yang bocor. Kemudian memandangi cicak, apakah dia akan membuang kotorannya ke bawah atau tidak. Jika iya maka hati-hati, bisa jatuh ke muka saya yang katanya mirip Dimas Aditya. Namun semalam ada yang berbeda di langit kamar saya. Poster di dinding saya hidup.

“Yogi, ngapain kamu liatin saya terus?”
Pupil mata saya membesar, dalam hati apa benar ini poster manggil saya.

“Hey, Yogi! nyaut ngapah” kata gambar di poster.

“Om Maldini manggil saya?” sambil gemeteran.

“Iya, memangnya ada siapa lagi di kamar kamu?”

Saya melihat sekeliling kamar. Memang tak ada siapa-siapa kecuali saya. “Ada apa ya om, tiba-tiba muncul. Saya kaget lo om.”

“Yogi, saya tadi saya nonton youtube, ternyata di daerahmu sedang ramai pemilihan calon gubernur ya?”

Wah apa ini mimpi bisa ngobrol sama om Maldini. Bodo amatlah, kalo beneran berarti rezeki, kalo mimpi ya rezeki juga.🙂

“Iya nih om. Wah ternyata om perhatian juga ya sama pilkada.”

“Iya gak sengaja aja tadi nonton. Saya kira sedang pemilihan ketua PSSI, eh ternyata pemilihan Gubernur Jakarta”

“Hehehe.. kalo pemilihan ketua PSSI mah masih ribut mikirin tempat om, mau di Makasar apa Yogyakarta.”

“Oh gitu toh. Kalau mau adil, di Milan aja gimana, nanti saya pilihin tempat yang keren, penginapan yang nyaman dan restoran terenak. Kemarin ada yang nawarin ke saya untuk endorse gedung pertemuan, hotel dan restoran. Tapi PSSI punya dana gak ya?”

“Cie promosi nih om. Kalo uang mah kayaknya ada om, banyak. Tapi saya gak tau dimana. Mungkin lagi disimpen di bunker nya Dimas Kanjeng.”

“Wah siapa itu Dimas Kanjeng?”

“Coba cari aja om di Youtube, dia orang hebat om.”

“Dia pelatih hebat?”

“Bukan om.”

“Lalu?”

“Dia orang kaya om, katanya bisa gandain duit.”

“Wah hebat dong ya, kamu punya nomor kontaknya gak? Siapa tau bisa jadi investor AC Milan berikutnya. Kan hebat tuh, ketika duo tim Milan yang punya orang Indonesia”

“Om lihat aja di youtube dulu deh.”

“Oke deh, nanti saya cari. Oiya saya kelupaan kan tadi mau nyampain apaan.” Tatapan Om Maldini menjadi lebih tajam. Menarik napas lebih dalam, kemudian menghembuskan dengan perlahan. Sepertinya ada hal serius yang ingin disampaikan.

“Jadi gini Yog. Tolong sampaikan pesan saya kepada calon gubernurmu itu. Menjadi seorang gubernur itu gak beda jauh dengan kapten. Seorang kapten itu harus mengerti kondisi timnya. Begitu juga gubernur, harus mengerti kondisi masyarakatnya.

Di dalam tim, seorang kapten harus kenal dan mendekat dengan para pemain yang lain, pelatih dan juga pengurus tim. Terutama pemain. Karena kapten yang akan mengatur pemain lain saat pertandingan.

Sebenarnya tak ada bedanya kapten dengan pemain yang lain. Namun saat jadi kapten, ada kepercayaan lebih yang diberikan kepadanya untuk memimpin pemain lain agar bermain secara baik dan kompak. Tim akan menang ketika seluruh pemain bisa bekerja sama dan mengoptimalkan seluruh kemampuannya. Oleh karena itu tidak ada tim yang sukses jika hanya berjuang sendirian.

Sehebat-hebatnya pemain seperti Messi dan Ronaldo, mereka tidak akan bisa memasukkan bola ke gawang lawan tanpa adanya pemain lain yang membantu. Begitu pula dengan gubernur, seorang gubernur itu harus bisa bekerja sama dengan masyarakatnya. Jadi bukan hanya membuat kebijakan, tetapi juga mengayomi dan menyemangati masyarakatnya agar kebijakan yang dibuat bisa bermanfaat bagi semua pihak.”

Hati saya jadi bergelora, ternyata om Maldini ini keren juga ya.

“Yog, main bola itu bukan hanya soal menyerang dan bertahan. Bukan pula hanya mengurusi bolanya saja, yang utama adalah timnya, manusianya. Ketika timnya bagus dan kompak, maka penguasaan bola akan mengikuti, gol pun tinggal menunggu waktu.

Begitu juga mengurus kota, bukan hanya membangun berbagai infrastuktur, tetapi yang utama adalah menjaga  dan membangun masyarakatnya. Menjaga keamanannya, ketertibannya, persatuannya dan hak-hak masyarakatnya. Jika ingin menggolkan program yang baik, maka membangun masyarakat adalah yang utama. Edukasi dan motivasi masyarakat untuk bekerjasama membangun kota. Timwok its importen.”

Saya merenung dan mencoba memahami kata-kata om Maldini yang mulai nggruwet di otak.

“Hmmm, walah-walah, om Maldini keren banget.  Nyalonin jadi Mayor kota Milan aja om, atau gak sekalian Perdana Menteri Italia.”

“Wah ngawur kamu, saya mah apa atuh. Saya mau fokus dukung AC Milan aja. Musim ini permainan AC Milan mulai membaik, sekarang diperingkat ke dua. Semoga musim ini bisa juara. Bosen saya, Juventus mulu yang juara.”

“Iya betul tuh om” sahut saya setuju.

“Waduh gara-gara kamu potong, saya jadi lupa mau ngomong apa lagi.”

“Wah maap om, lanjutkan om.”

Om Maldini mengerutkan dahinya, sepertinya sedang mengingat sesuatu.

“Hemm…Yogi.. sampaikan ini juga kepada para calon gubernurmu. Jaga persatuan dan kesatuan. Bangunlah Jakarta bersama-sama. Terutama kepada yang dapet nomor 3. Itu nomor punggung saya, jadi jangan malu-maluin nomor 3.  Saya doakan mereka yang pegang nomor punggung 3 jadi kaptennya Jakarta. Ingat sekali lagi, Bangunlah Jakarta bersama-sama!” ujar om Maldini berapi-api, sambil mengangkat tangan kirinya keatas.

“Loh-loh-loh, om Maldini kampanye nih om?”

“Hehehe, enggak kok yog, cuman ngedukung yang nomor punggungnya sama dengan punya saya. Sukses ya buat Jakartanya. Salam bahagia dari saya, salam olahraga!”
Om Maldini langsung kabur. Kata-kata terakhirnya mirip presenter olahraga. Posterpun hanya kembali menjadi sebuah poster. Tapi sayang saya lupa belum selfi-selfian sama om Maldini.

“Om kapan-kapan datang lagi ke kamar saya ya” doa saya dalam hati.

img20161025221348
Ini poster om Maldini di kamar saya.

One thought on “Obrolan Imajiner dengan Paolo Maldini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s