Jam Hilang Terus, Pingin Cari yang Baru

Tiga bulan lalu, “Lihat nih, jam 35.000 keren kan” pamer saya pada adik dan ibu.
Tiba-tiba dari dapur, ayah datang. “Apaan sih yang keren?”
“Nih lihat dong, jam tangan 35.000.”
“Jam tangan abal-abal kayak gitu di beli. Beli dong yang bagusan.”
“Gak ah, nanti hilang.”

Saya memang orang yang berpengalaman suka menghilangkan jam. Saat SMP kelas satu, pernah dibelikan jam tangan oleh tante saya. Baru seminggu, jam itu sudah tiada, ketinggalan di tempat wudhu sekolah.

Masih SMP, tapi sudah kelas tiga. Saat ulang tahun yang ke 14, dapat hadiah jam dari kakak Lia, tetangga depan rumah yang sekarang sudah pindah rumah. Karena saking sukanya dengan itu jam, kemana-mana pakai jam itu.

Hingga suatu hari, saat latihan band  di sebuah studio. Jam itu hilang. Mas-mas penjaga studio tidak menemukan ada jam di studio. Kebersamaan selama tiga bulan bersama jam itu pun harus berakhir.

Saat SMA, pengalaman kehilangan jam hampir terjadi. Saat itu bel istirahat kedua berbunyi. Jam telah menunjuk ke angka 12. Waktunya sholat dzuhur. Pergi ke masjid, ambil air wudhu, dan bergegas sholat. Setelah sholat dzuhur, segera balik ke kelas. Bel masuk kelas berbunyi. Saya baru ingat, jam ketinggalan di tempat wudhu. Alhamdulillah, dia masih ada di tempatnya. Namun setelah tujuh tahun lamanya menemani, tepatnya setahun lalu,  jam ini pergi entah kemana.

Dua bulan yang lalu, hujan lebat turun. Tanpa takut, saya terobos jalan raya menggunakan sepeda motor. Alhamdulillah, perjalanan berhasil dilalui. Saya pulang dengan selamat. Namun, ada yang tidak selamat. Jam 35.000 yang pernah saya pamer-pamerkan itu dalam keadaan sakaratul maut. Detaknya tidak lagi seperti biasa, tersendat-sendat. Seakan-akan mengucapkan, “selamat tinggal, aku akan pergi jauh”. Seminggu setelah kejadian itu, jam tersebut pergi ke alam baka.

Sekarang, apakah saya masih menggunakan jam tangan? Masih. Karena masih ada jam 35.000 saya yang satu lagi. Tinggal menunggu waktu saja, kapan dia menjemput ajalnya.

Seminggu lalu,  “Lihat nih, keren gak?” pamer ayah yang baru dapet hadiah jam tangan dari bos nya.
“Widih, keren banget. Asli niih?“ tanya saya penasaran.
“Iya lah. Nih ada tulisannya casio. Ada nomor serinya lagi.” terang ayah saya.
Jam stainless stell itu memang membuat orang yang memakainya menjadi lebih berwibawa.
Dari dalam kamar, adik saya ikutan nimbrung. “Coba cek berapa harganya.”
“Cek dimana?”
“Coba cek di MatahariMall.com.”
Ambil handphone dan segera meluncur ke MatahariMall.
“Wih lumayan nih, 680.000 an. Pantesan keren.”
Dibandingkan dengan jam saya yang 35.000 memang beda kelasnya.

Gara-gara itu, kayaknya jadi pingin beli jam casio terbaru nih. Tapi yang mana ya? Karena pilihannya banyak banget di MatahariMall. Dan ada kemudahan juga bagi para pembeli, bayarnya di tempat, gratis ongkir, dan bisa nyicil dengan bunga 0%. Menarik.

Teringat pesan ibu. “Makannya kalau beli jam itu, beli jam anti hilang.” Tapi emang ada ya jam anti hilang?

Gambar diatas merupakan beberapa (belum semua) pilihan jam casio terbaru di MatahariMall yang membuat saya bingung. Ada yang mau bantu pilihin?

Tips bagi kalian yang suka kehilangan jam dari sahabat saya yang tidak mau disebutkan namanya.

Pertama, pakailah di pergelangan tangan, jangan pergelangan kaki.

Kedua, kalau sedang berpergian dan mau lepas jam tangan, taruhlah jam di tempat yang aman, contoh: dalam tas. Jangan taruh di kantung celana ataupun jaket, apalagi kalau kantungnya bolong.

Ketiga, kasih nama, nomor telepon, pin bbm, id line, akun twitter, dan alamar rumah. Jadi kalau hilang, jika yang menemukan orang baik, mereka akan menghubungi kamu. Apalagi kalau kamu cantik atau ganteng. Mereka mungkin akan pedekatein kamu.

Keempat, jagalah jam-mu seperti kamu menjaga kekasihmu. Ingat, maling itu ada karena dia sudah berencana dan ada kesempatan. Waspadalah-waspadalah.

Menurut saya, agak nyeleneh sih tips dari sahabat saya. Tapi ada benernya juga. Iya gak?

3 thoughts on “Jam Hilang Terus, Pingin Cari yang Baru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s