Blusukin Jakarta

Capek namun segar, seperti orang yang menjelajahi hutan, berjalan-jalan berjam-jam dan akhirnya menemukan air terjun yang tinggi nan indah. Mungkin itu yang dirasakan malam ini.

Tugas menyebarkan proposal go pangan lokal belum berakhir. Masih ada 3 proposal yang harus disebar. Hari ini target penyebarannya adalah PT. Garuda Indonesia dan Bogasari. Garuda Indonesia berlokasi di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang dan Bogasari terletak di Cilincing, Jakarta Utara. Entah berapa jarak yang harus ditempuh dari Ciputat menuju kedua tempat itu. Perkiraan saya ada dijalan hari ini adalah tujuh jam. Itu kalkulasi perjalanan dari Ciputat ke Bandara Soetta, lalu ke Bogasari, dilanjutkan ke Menteng dan balik ke Ciputat.

Entah mengapa saya menulis hal ini. Perjalanan yang biasa-biasa aja sebenarnya, namun perjalanan yang biasa-biasa ini sepertinya harus diceritakan agar menjadi cerita yang luar biasa. Entah bisa atau tidak yang utama adalah saya menulis.

Jam sudah menunjukkan pukul 11.30 WIB. Hari ini saya memulai aktivitas keluar terlalu siang. Tak masalah. Masih lebih baik melakukan aktivitas kebaikan dari pada hanya berdiam diri pada kesia-siaan. Badan sudah segar, sudah mandi, namun ada satu hal. Kemeja sudah habis di lemari (alias belum dicuci). Padahal hari ini harus menyebar proposal. Alhasil pergilah saya ke salah satu supermarket yang ada di lebak bulus. Sebut saja Giant. Disana saya beli sebuah kemeja kotak-kotak berwarna hijau, putih hitam, dicampur aduk menjadi kemeja yang menurut saya lumayan juga kalau dipakai, bisa menambah sedikit kegantengan wajah saya yang lumayan ganteng (narsis ceritanya).

Lanjutlah saya ke tujuan utama yaitu Bandara Soetta. Belum pernah sama sekali saya masuk ke bandara ini. Kalau lewat diluarnya pernah. Namun untuk masuk ke bandara belum pernah. Karena saya belum pernah sekalipun naik pesawat.

Lebak bulus-Permata Hijau-Kebon Jeruk-Daan Mogot-Bandara Soetta. Itulah jalur yang saya lalui dari Lebak bulus menuju Bandara. Kurang lebih perjalanan selama satu jam setengah. Karena sempat muter-muter, tak tahu masuk lewat mana kalau ke bandara dan belum tahu pula dimana kantor Garuda Indonesia. Perjalanan dilalui dengan tenggorokan yang merongrong meminta minum berhasil juga diselesaikan. Setibanya di Garuda Indonesia, proposal saya berikan kepada resepsionis. Menarik ketika saya bertemu resepsionis adalah resepsionis laki-laki berwajah tampan dan perempuan berwajah cantik, serta masih muda. Mungkin ini salah satu cara menarik pelanggan. Penting gak sih. Kalau gak penting lanjut aja. Misi pertama selesai.

Pekerjaan selanjutnya adalah mengantar proposal ke Bogasari. Namun jam telah menunjukkan pukul 14.30 WIB. Saya tidak yakin apakah proposal ini bisa sampai sebelum jam tutup kantor.

Tak ada navigasi, hanya bermodalkan keyakinan dan penunjuk arah jalan, saya menelusuri aspal demi aspal. Diawali dengan kebingungan keluar dari bandara, bagaimana caranya menuju cililitan. Namun dengan keyakinan, walaupun lewat berbagai jalan dan sepertinya saya melalui jalan yang itu-itu lagi akhirnya bisa keluar dari bandara dan tangerang. Saya kembali menemukan jalan Daan Mogot. Macet, panas dan banyak kontainer-kontainer besar yang mengerikan jika tersenggol, saya mencoba berhati-hati dalam berjalan. Daan Mogot-Pluit-Sunda Kelapa-Ancol-Tanjung Priuk- Cililitan. Inilah jalur perjalanan pada misi kedua.

Ada yang menarik saat perjalanan ini. Selain dijalan bersaing dengan kontainer-kontainer besar. Saya berhasil menemukan tempat yang belum pernah saya kunjungi. Seperti Taman Pluit yang disebelahnya ada Waduk Pluit yang masih dalam tahap pengambil alihan lahan. Taman yang masih belum rindang, namun sudah mulai ramai dikunjungi oleh warga sekitar menjadi hal yang menarik. Kemudian rumah-rumah triplek, kayu dan kardus yang masih ada dipinggir waduk menjadi pemandangan yang tak kalah menarik. Sampai saat ini pemerintah DKI Jakarta belum berhasil memindahkan warga yang ada disekitar waduk. Memang tak mudah. Namun semoga saja berhasil dan dipindahkan dengan adil. Kemudian tak jauh dari sana, ada rumah susun koja, yang sepertinya bangunan baru, namun sudah ramai ditempati.

Perjalanan menuju cililtan tak semudah itu. Setelah melalui Sunda Kelapa, tempat bersejarah yang ketika melewatinya saya selalu teringat Fatahilah atau yang mempunyai nama asli Syarif Hidayatullah, seperti nama kampus saya tercinta. Kemudian melewati ancol dan Tanjung Priuk. Sebelum sampai ke Cililitan, ternyata saya nyasar dulu ke kelapa gading. Tidak mudah untuk kembali keluar dari kelapa gading. Karena saya baru pertama kali ke daerah sana. Namun yang menarik adalah saya melihat yang belum pernah saya lihat, seperti Mall Artha Gading dan Mall Of Indonesia. Biasanya saya hanya melihat di televisi saja.

Setelah puas muter-muter alias nyasar di Kelapa Gading akhirnya saya berhasil menuju Cililitan. Makam mbah priuk menjadi hal yang menarik disini. Saya dahulu hanya melihat di televisi ketika makam yang dianggap keramat oleh sebagian orang ini dipindahkan untuk pembangunan jalan. Saya melihat itu dan saya jadi tahu tempat makam mbah priuk ini. Konon ketika makam ini dipindahkan, makam mbah priuk masih utuh. Katanya hal ini terjadi karena mbah priuk adalah penghafal Quran. MasyaAllah. Sungguh luar biasa.

Dibalik kontainer gandeng yang besar-besar dan pabrik-pabrik gadang, saya berhasil menemukan Bogasari. Namun sayang jam sudah menunjukkan jam 17.00. Waktu jam kerja sudah selesai satu jam yang lalu. Alhasil saya tak jadi memasukkan proposal ke Bogasari. Maka misi kedua saya anggap gagal. Saya pun harus melanjutkan misi ketiga, yaitu mengajar privat di Menteng.

Jalan menuju Menteng ternyata tidak mudah. Saya sempat muter-muter di Cililitan-Tanjung Priuk-Kelapa Gading. Entah kenapa saya tahu-tahu balik lagi ke Kelapa Gading. Namun setelah ada tulisan Kota di penunjuk jalan, pintu hati terasa sedikit terbuka, karena saya bisa menemukan arah jalan menuju Menteng. Tak lama kemudian ada tulisa Stasiun Gambir dan PRJ Kemayoran di penunjuk jalan. Saya pun mengambil arah tersebut. Karena saya berpikir, dari gambir menuju menteng tak jauh. Sekalian jalan-jalan pula ke Kemayoran, karena saya tak pernah ke Kemayoran.

Perjalanan sangat lancar, jalan kemayoran cukup bagus, dua tiang megah dipinggir jalan yang menandakan PRJ Kemayoran telah dilewati. Namun ada yang aneh dengan motor saya yaitu, motor berjalan endut-endutan, tanda bahwa bensin akan habis. Untungnya sebelum bensin habis, saya berhasil menemukan pom bensin. Mogok terhindarkan, dan petualangan masih tetap berlanjut.

Entah kenapa motor berjalan tiba-tiba berbelok kearah jalan kecil. Saya merasa ini adalah jalan pintas menuju menteng. Namun ternyata saya tersesat disana. Saya berputar-putar dijalan cempaka baru-cempaka putih.
Hanya dengan bermodalkan keyakinan, saya berhasil keluar dari kesesatan itu. Aneh memang, kenapa kalau orang tersesat itu harusnya tanya kepada orang lain. Tetapi saya tidak. Saya merasa menikmati petualangan ini. Tersesat adalah hal biasa. Dibalik kesesatan itu ada hal yang baru yang bisa didapatkan yaitu tahu lebih banyak jalan. Hehehe

Cempaka Putih-arah Cawang- Pramuka- Proklamasi-Menteng. Ini jalur yang saya lalui setelah berhasil keluar dari kesesatan. Setelah selesai mengajar, jalur yang saya lewati Menteng-Dukuh Atas-Sudirman-Senayan-Mayestik-Pondok Indah-Lebak Bulus-Ciputat. Perjalanan ditutup dengan ngopi-ngopi cantik bersama kawan lama.

Inilah yang bisa diceritakan mengenai perjalanan hari ini. Tanpa peta, tanpa navigasi, saya berjalan. Dimana ada jalan, disitu saya masukin (blusukin).

Ada beberapa yang saya perhatikan dari kota Jakarta ini. Memang masih banyak perbaikan yang harus dilakukan untuk menata Jakarta lebih rapih, lebih bersih dan lebih indah. Masih banyak kali-kali yang seperti kopi hitam ataupun sayur lodeh. Masih banyak pula bangunan liar tak tertata. Masih banyak pula orang susah. Sungguh beruntung rasanya saya. Masih bisa makan, minum tanpa perlu meminta belas kasihan orang lain. Ingat ini wayoujiai(misterway) sang pemimpin masa depan.

Maaf jika ada salah-salah kata, karena tulisan ini tanpa proses edit terlebih dahulu. Langsung posting .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s