Nikmati Hidup Ini

Kenapa tulisan ini saya kasih judul “nikmati hidup ini” ? Judul ini tercetus karena memang saya selalu mencoba untuk menikmati hidup ini. Hidup itu kadang susah kadang senang, yah itulah kehidupan. Sudah hampir sebulan saya tak menulis di blog ini, dan akhirnya di malam yang sunyi ini semangat menulis datang kembali.

Banyak hal baru yang didapatkan oleh saya baru-baru ini, yaitu menikmati kehidupan. Disaat saya sedang senang, saya mencoba berbagi kesenagan dengan keluarga serta teman2. Disaat saya sedang susah, saya mencoba bahwa ini adalah bagian dari kehidupan untuk mendapatkan kebahagiaan. Tidak ada hidup yang hanya senang-senang saja, ataupun susah-susah saja. Itu semua akan berputar seiring waktu. Tinggal bagaimana kita bisa menikmatinya.

Saat ini saya merasa makin lama makin banyak aktivitas, sehingga manajemen waktu pun perlu diperhatikan. Kita harus bisa mengatur untuk memberikan energi bagi  ruhiah, jasadiyah, fikriyah agar segala hal yang kita kerjakan menjadi maksimal.

Aktivitas saya sekarang, pagi-pagi jam 7 pagi berangkat kuliah, sore hari organisasi, malam hari mengajar, lalu pulang dan sampai rumah kurang leibh jam 11 malam.  Walaupun dalam seminggu hanya 3 atau 4 hari aktivitas  seperti itu. Tetapi cukup membuat badan ini seperti ingin remuk. Cukup lelah memang awalnya, namun dengan rasa cinta dan ikhlas dalam melakukannya, alhamdulillah hingga sekarang masih bertahan untuk melakukan ini. Walaupun sekarang agak flu dan sedikit batuk2, mudah-mudahan tubuh ini dapat fit kembali.  Memang kegiatan ini baru berjalan mendekati 4 bulan, belum sampai tahunan memang, tapi insyaAllah jika dilakukan dengan rasa cinta dan penuh keikhlasan maka hal ini akan merasa nikmat.

Ada beberapa hikmah yang saya dapatkan dalam melakukan kegiatan ini dengan rasa cinta, ikhlas dan sungguh-sungguh. Saya baru merasakannya sekarang. Semakin kesini, pekerjaan yang harus diselesaikan semakin banyak. Tetapi saya terus mencoba menikmati dan berpikir positif bahwa untuk menjadi orang yang sukses harus bisa menyelesaikan setiap pekerjaan-pekerjaannya. Semakin lama semakin sulit masalah yang ada, namun jika kita berpikir positif maka kita akan mendapatkan solusi dari setiap masalah. Memang kunci utama dalam menikmati hidup ini adalah dengan berpikir positif atau bahasa sundanya positive thinking dan bahasa jawanya khusnudzon.

Contoh yang nyata, saya suka menulis, walaupun tulisannya belum bagus-bagus amat dan kadang suka gak jelas, tapi saya hobi menulis. Cita-cita saya menjadi penulis buku yang menghasilkan 30 buku best seller. Sehingga baru-baru ini saya mendapatkan amanah menjadi sekretaris di suatu organisasi. Karena jadi sekretaris, mau tidak mau harus rajin menulis, apa yang dibicarakan dalam rapat di catat, terkadang karena peserta rapat ngomongya pada cepet-cepet ampe gak kecatet dan bingung apa yang mau ditulis. Kemudian tugas tebaru adalah membuat buku pedoman musyawarah kerja. Saya buat itu begadang dari malam hingga pagi baru jadi, dibantu dengan kawan2 yang super duper memberikan semangat. Ayo misterway semangat, kamu pasti bisa. Hingga akhirnya jadi juga sebuah buku pedoman musyawarah kerja, walaupun tidak semua yang dibuat asli buatan saya, karena sebagian copi paste dari kepengeurusan sebelumnya tapi saya merasa inilah jalan yang ALlah berikan untuk mewujudkan cita-cita saya yang dapat menghasilkan 30 buku best seller Dimulai dari hal yang kecil, jika itu dilakukan terus menerus maka dapat menjadi hal yang besar nantinya. Karena mendapatkan impian itu tidak bisa dengan pintu ajaib doraemon, tetapi harus mendaki tanga-tangga kesuksesan. Pikiran pun terbuka, jeng-jeng #inilah jalanku#
Saya yakin, setiap pekerjaan ataupun setiap masalah yang ada, pasti ada hikmahnya. Saya percaya itulah cara Allah untuk mengupgrade diri kita agar semakin baik. Contoh: dulu kita sekolah TK diajarkan membaca angka, di kelas 1 dan 2 SD diajarkan penjumlahan dan pengurangan, di kelas 3-4 SD diajarkan perkalian dan pembagian, dikelas 5-6 SD diajarkan perkalian dan pembagian pecahan. Di SMP diajarkan aljabar dan sebagainya. Di SMA diajarkan logaritma dan sebagainya. Pasti semakin lama semakin susah pelajaran yang didapat. Begitu juga kehidupan sehari-hari kita, pasti semakin lama semakin susah. Karena jika kita ingin naik tingkat pasti ada ujiannya. Tidak asal naik tingkat saja. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui, ada tangga-tangga yang harus kita daki, serta ditemani halangan dan rintangan yang menghadang.  Siapa yang siap dan pantas untuk naik tingkat, maka dia akan bisa naik tingkat.

Hal itulah yang membuat diri saya menjadi tetap semangat. Semakin sulit masalah yang dihadapi, maka itulah jalan Allah untuk memberikan ujian bagi kita agar kita bisa naik tingkat. Lihatlah Nabi Muhammad. Beliau harus menerima banyak halangan dan rintangan dalam berdakwah. Tetapi beliau lihai dan mampu untuk menyelesaikan halangan dan rintangan, dari mulai dicaci, dimaki, diusir dari persinggahannya, bahkan ingin dibunuh. Tetapi beliau mempuyai kemampuan untuk menghadapinya, sehingga menjadikan dunia yang tadinya penuh dengan kekejaman menjadi penuh kedamaian.

Tidak ada kesuksesan yang didapat dengan cara instan. Mengutip kata-kata dari rangga umara “jangan jadi manusia instan, tetapi jadilah manusia intan”. Apa bedanya? ya bedalah. Manusia instan ya apa yang dia inginkan, selalu ingin di dapatkan dengan cepat, tanpa ingin melalui proses. Contoh kalau perut lagi laper, yang ada di pikiran orang yang instan adalah makan mie instan, karena gak repot masaknya. Tetapi masalahnya apakah baik jika kita mengkonsumsi mie instan setiap hari, yang ada malah usus buntu nantinya. Teringat tetangga saya ada yang mati karena usus buntu, setelah diselidiki ternyata dia setiap hari makan mie instan. Ihh sereem.
Berbeda dengan  manusia intan. Intan itu yang kita tahu mahal harganya. Tetapi sebelum mencapai harga yang mahal, intan itu harus ditempa berkali-kali hingga dapat dikatakan intan. Kata pepatah “Bersakit-sakit dahulu berbahagia kemudian”.
Menjadi sukses itu butuh proses kawan. Nikmati saja prosesnya. Karena dengan menikmatinya berarti kita belajar bersyukur. Siapa yang bersyukur maka akan ditambahkan nikmatnya. Berpikir positif, nikmati hidup ini dan bersyukurlah.
Selamat menikmati kehidupan.

kata penutup:
“Kesuksesan di dunia hanya sementara, kesuksesan di akhirat selamanya”.

“Semua ini adalah titipan dan akan dikembalikan kepada yang punya. Siapa yang punya?” tanyakan pada misterway.

wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s