Potensi Bioenergi di Indonesia Mencapai 49.810 MW

JAKARTA – Bioenergi merupakan salah satu sumber energi yang berasal dari biomassa. Indonesia sebagai negara agraris yang terletak di daerah khatulistiwa merupakan negara yang kaya akan potensi bioenergi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dalam bentuk cair (biodiesel, bioethanol), gas (biogas), padat maupun sebagai listrik. Potensi bioenergi yang berasal dari limbah biomassa diperkirakan mencapai 49.810 MW.

Berdasarkan data yang ada, pemanfaatan bioenergi hingga saat ini baru mencapai sekitar 1.618 MW atau sekitar 3,25% dari potensi yang ada. Minimnya pemanfaatan potensi bioenergi tersedia, menurut Menteri, menjadi fokus perhatian dari Kementerian ESDM dan menjadi salah satu agenda utama pengembangan energi baru dan energi terbarukan di Indonesia.

Ditambahkannya, melalui pemanfaatan teknologi bioenergi, Indonesia tidak hanya dapat meningkatkan ketahanan energinya, namun juga mempunyai kesempatan yang besar di dalam memberikan kontribusi terhadap penyediaan energi bersih kepada masyarakat dunia.

Penyediaan energi bersih kepada masyarakat dunia tersebut antara lain melalui penyediaan biodiesel. Sebagai penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia seharusnya mempunyai potensi untuk menjadi salah satu penghasil biodiesel terbesar. Saat ini, kapasitas terpasang biodiesel yang berasal dari kelapa sawit telah mencapai 3,9 juta kL/tahun. Selain minyak kelapa sawit, limbah dari industri kelapa sawit juga memiliki potensi yang besar untuk diolah menjadi sumber energi.

Industri lain yang mempunyai potensi dalam pengembangan bioenergi adalah industri gula untuk pengolahan bioetanol dan penyediaan tenaga listrik nasional. Oleh karena itu, sejak akhir 2008, Pemerintah melalui Kementerian ESDM telah memberlakukan kewajiban pemanfaatan biodiesel dan bioethanol secara bertahap terutama pada sektor transportasi darat.

Selain biodiesel dan bioethanol, Indonesia juga memiliki potensi biogas, terutama dari limbah hewan ternak. Potensi biogas skala rumah tangga yang berasal dari limbah hewan ternak diperkirakan mencapai 1(satu) juta unit alat penghasil biogas dari limbah hewan ternak. Dengan mengolah limbah tersebut maka limbah yang umumnya adalah masalah berubah menjadi berkah karena menghasilkan biogas yang sangat bermanfaat. Jika potensi tersebut dimaksimalkan, maka Indonesia akan mampu menghemat sekitar 700 ribu ton elpiji atau setara dengan 900 juta liter minyak tanah. Saat ini, konsumsi elpiji ukuran 3 kilogram mencapai 3 juta ton per bulan. (SF)

sumber:www.esdm.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s